PEDOMAN KEGIATAN LOMBA INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA BAGI GURU PENDIDIKAN MENENGAH 2017

Perubahan paradigma yang diperkenalkan oleh Pemerintahan Jokowi-JK adalah perlunya melakukan “Revolusi Mental” terhadap seluruh komponen bangsa termasuk, anggota masyarakat Indonesia. Gagasan revolusi mental ini digagas sebagai respons terhadap carut-marutnya kondisi bangsa, terutama dengan maraknya kasus-kasus (krisis moral) yang tidak mencerminkan karakter bangsa Indonesia. Melihat kondisi seperti itu (krisis moral), revolusi mental menjadi hal yang penting untuk segera melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan dapat dimulai dari cara berpikir, cara memandang masalah, cara merasa, cara mempercayai/meyakini, cara berperilaku dan bertindak. Dengan demikian revolusi mental ini sangat berkaitan erat dengan karakter dan budaya manusia itu sendiri.

Revolusi mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat (pemerintah & rakyat) dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh Bangsa dan Negara untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat memenangkan persaingan di era globalisasi. Revolusi mental dapat diartikan juga sebagai gerakan mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku setiap orang untuk berorientasi pada kemajuan dan kemodernan sehingga Indonesia menjadi Bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa di dunia. Mengacu kepada Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, terdapat 3 (tiga) karakter penting yang dijadikan prioritas dalam revolusi mental yaitu: integritas, kerja keras dan gotong royong.

Berbicara tentang karakter dan budaya bangsa, pemerintah melalui salah satu Program Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) periode 2015-2019, pendidikan karakter bangsa telah dijadikan sebagai salah satu pilar dalam pembangunan pendidikan di Indonesia.

Banyak fakta yang mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar di kawasan Asia Tenggara perlu merevitalisasi pendidikan karakter bagi generasi mudanya. Melalui proses pendidikan karakter bangsa, generasi muda Indonesia dididik untuk memiliki kemampuan yang optimal dalam mengembangkan dan memberdayakan potensi dirinya sebagai warga negara yang mempunyai kewajiban untuk mempertahankan harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia. Tujuan akhir dari pendidikan karakter bangsa bagi generasi muda Indonesia, yaitu agar mereka di kemudian hari dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada bangsa dan Negara. Pendidikan karakter bangsa menjadi bagian yang integral untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan berperadaban unggul dalam percaturan global dengan landasan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Namun kondisi faktual yang tampak sekarang ini masih sangat jauh dari harapan tersebut, sebab dalam kenyataannya pendidikan karakter bangsa belum dilaksanakan secara optimal. Pendidikan karakter tidak didukung dengan sistem pembelajaran yang saat ini dipandang belum secara efektif membangun peserta didik memiliki akhlak mulia dan berkarakter bangsa. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya degradasi moral seperti penyalahgunaan narkoba, radikalisme pelajar, pornografi dan pornoaksi, plagiarisme, dan menurunnya nilai kebanggaan berbangsa dan bernegara.

Permasalahan tersebut akan semakin kompleks di era globalisasi yang membuka ruang secara terbuka, tanpa ada pembatasan. Apabila tidak ada filter dan pondasi yang kuat pada diri generasi muda, kondisi itu akan lebih memperburuk kondisi bangsa Indonesia.

DOWNLOAD

Loading Comment...